Senin, 19 Februari 2018

Ketika Orang Tua Keberatan Anaknya Dihukum di Sekolah


Anak sekolah jaman now beda dengan jaman old saya sekolah, ketika saya dihukum di jemur di tengah lapangan sampai jam pelajaran selesai, bahkan pernah juga  dihukum lari putar lapangan 50 kali di tengah terik matahari, tapi semua itu tidak ada rasa jengkel dan marah pada guru yang menghukum. Bahkan saya merasa malu ketika dihukum, dan saya pun merasa malu melapor pada  orang tua saya ketika saya dihukum. Saya menyadari bahwa saya melanggar,  seperti datang telat, tidak mengerjakan tugas PR, tidak disiplin pakai seragam yang ditetapkan sekolah.

Anak sekolah jaman now ketika dihukum sedikit-sedikit lapor sama orang tuanya. Orang tuanya pun merespon laporan anaknya yang dihukum gurunya. Tak sedikit orang tua yang marah saat anaknya dihukum oleh gurunya di sekolah. Apalagi, jika hukumannya tidak sesuai dengan kebiasaan di keluarga. Misalnya, anak mendapat hukuman fisik.

Ketika itu terjadi, orang tua yang gampang panas biasanya akan buru-buru datang ke sekolah untuk melabrak sang guru atau mengadukannya kepada kepala sekolah.

Jaman old, orang tua mungkin saja membiarkan jika anaknya dihukum oleh guru. Mereka menganggap hal tersebut wajar sebagai konsekuensi dari sikap anak yang tak sesuai dengan peraturan guru atau sekolah.

Tapi, pada era sekarang ini, jamannya sudah berbeda. Banyak orang tua yang merasa keberatan dengan hukuman yang diberikan guru.

Biasanya, hukuman yang diberikan guru berupa hukuman fisik dan verbal. Ketika mendapati anaknya dihukum, baik fisik maupun verbal, orang tua sebaiknya tak terpancing emosi. Ayah dan ibu sebaiknya menjernihkan permasalahannya terlebih dahulu. Lihat dahulu penyebab guru menghukum anak

Tanyakan kepada guru perilaku anak yang membuat guru menghukumnya seperti itu. Cari tahu apakah anak memang berperilaku tidak baik atau melanggar peraturan.

Jika anak melanggar peraturan, orang tua dan guru sebaiknya bekerja sama mencari jalan keluarnya.

Setelah mengetahui penyebab dan masalahnya, orang tua bisa mengungkapkan pendapatnya jika tidak setuju dengan tindakan guru. Berikan alasannya.

Guru pun mesti menjelaskan alasan pemberian hukuman itu kepada anak muridnya. Selanjutnya, buat kesepakatan antara guru dan orang tua.

Ada baiknya orang tua menyampaikan kepada guru, bahwa di rumah berlaku cara tertentu yang efektif untuk menghukum anak. Guru bisa mengadopsi cara yang diterapkan di keluarga muridnya. Sehingga bisa menemukan jalan tengah penyelesaiannya.
[Sidoarjo, 12 Februari 2018,  Di Ruang Kantor]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAGAIMANA CARA MENATA SEKOLAH AGAR MENJADI LEBIH BAIK ?

Oleh: Muhammad Sholihin [Mantan Kepsek SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya] Ketika  ditanya sama kawan saya, Bagaimana cara menata sekolah a...