Kamis, 26 Juli 2018

BAGAIMANA CARA MENATA SEKOLAH AGAR MENJADI LEBIH BAIK ?

Oleh: Muhammad Sholihin
[Mantan Kepsek SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya]

Ketika  ditanya sama kawan saya, Bagaimana cara menata sekolah agar menjadi lebih baik ? Maka jawabannya, saya sampaikan kepada kawan saya ini. Maaf. Jawaban saya berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami. Mungkin situasinya sudah berubah. Mungkin juga tidak bisa diterapakan di semua tempat.

Pertama; Kepala sekolah harus mrnjadi motor perubahan. Perubahan di sekolah hanya bisa dilakukan oleh kepala sekolah. Jika kepala sekolah kreatif, aktif,  banyak ide dan gagasan. Maka sekolah itu akan cepat mengalami kemajuan. Begitu juga sebaliknya. Sebab, budaya masyarakat kita masih paternalistik. Ketergantungan terhadap atasan sangat tinggi. Jika atasan bergerak, maka bawahan akan diam.

Jika kepala sekolah tidak punya ide dan gagasan untuk melalukan perubahan. Maka perubahan tidak akan terjadi. Oleh karena itu kepala sekolah harus memiliki kelebihan tenaga, pikiran, waktu dan ide-ide segar. Dan mampu belerja selama 25 jam per hari. Sehingga menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang yang dipimpinannya.

Kebanyakan bawahan lebih senang mempunyai pimpinan yang mampu membuat konsep dan mampu menerapkannya dan sangat dekat dengan bawahannya.

Kedua; Tingkatkan kualitas SDM. Sekolah harus menyadari bahwa SDM merupakan aset yang sangat penting dan tidak bisa terbarukan. Jika mereka tidak kita berdayakan dengan baik, maka kemajuan sulit untuk diwujudkan.

SDM biasanya lebih senang jika dilibatkan untuk memikirkan kemajuan sekolah. Apalagi mereka diberi kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam sekolah. Misalnya merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan memgevaluasi.

Oleh karena itu, untuk mengukur komitmen seseorang kepada organisasi, maka berilah orang itu tanggung jawab. Jika mereka bisa amanah, maka orang itu betul-betul memiliki komitmen yang tinggi.

Sebenarnya, orang bekerja itu tidak cukup diberi gaji yang tinggi. Tapi mereka juga butuh pengakuan dan eksistensi dari orang-orang yang ada di sekelilingnya, apalagi dari atasannya. Oleh karena itu, pimpinan harus mampu mendistribusikan kekuatannya dengan baik. Kekuasaan itu jangan hanya menumpuk pada pimpinan. Distribusikan kepada yang lainnya (distribution of leadership).

Ketiga; Tata manajemen sekolah. Banyak sekolah yang kurang menguasai masalah manajemen. Secara umum, manajemen itu menyangkut perencanaan, penataan, pelaksanaan dan pengevaluasian.

Sering kegiatan sekolah tidak memenuhi kriteria tersebut. Sehingga kegiatan itu berjalan sebagai rutinitas dan tiidak sesuai dengan target yang diinginkan. Padahal rutinitas itu dapat menghilangkan kreativitas. Kemudian menghilangkan produktivitas. Pada gilirannya akan mempertaruhkan kualitas sekolah.

Keempat; Tata kurikulum sekolah. Kurikulum itu ibarat beras. Mau kita jadikan menu apapun bisa. Tergantung tukang masaknya. Semakin pandai memasak, maka beras itu akan mrnjadi banyak menu favorit. Sehingga mendatangkan selera. Begitu juga kurikulum. Semakin kreatif sekolah, maka semakin banyak peminatnya.

Kelima; Tata Kegiatan Kesiswaannya. Ingat, siswa merupakan produk dari sekolah. Dalam mengelola siswa, tolong diperhatikan input, output dan outcam.

Kebanyakan sekolah hanya memperhatikan output-nya saja. Utamanya hal-hal yang bersifat akademik. Padahal, ada hal terpenting yang harus dipikirkan, yaitu hal-hal yang bersifat attitut atau akhlakul karimah. Saya tidak alergi terhadap hal-hal yang bersifat akademik. Tetapi jangan sampai sekolah itu lalai terhadap masalah akhlak yang saat ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita sebagai nutrisi  pokok bagi pertumbuhan anak-anak kita di tengah-tengah krisis akhlak seperti saat sekarang.

Memperhatikan input juga penting. Yaitu dengan melakukan seleksi saat masuk sekolah. Manfaat dari seleksi sangat banyak, selain meningkatkan kepercayaan terhadap sekolah, juga dapat digunakan sebagai alat untuk membuat komitmen kepada siswa dan orang tua.

Banyak yang berargumentasi,  cari murid saja sulit, kok malah diadakan seleksi. Pengalaman saya tidak demikian.  Justru dengan seleksi orang semakin yakin bahwa sekolah ini serius dan bersungguh-sungguh dalam mengelola pendidikan.

Manfaat lain adanya selesai adalah, dapat memancing masyarakat semakin penasaran terhadap sekolah kita. Apalagi adanya waktu seleksi, pengumuman, inden, pengarahan, bahkan, bila perlu ada yang tidak lulus supaya yang diterima semakin yakin dan yang tidak lulus semakin penasaran.

Pengalaman saya, pernah membuat spanduk ucapan telah ditutup pendaftaran masuk di sekolah. Justru wali murid semakin penasaran dan bersemangat untuk melakukan inden untuk anaknya yang masih TK.

Cara ini juga pernah saya lakukan untuk perguruan tinggi. Membuat jadwal pendaftaran, jadwal seleksi, materi seleksi yang fariatif. Justru menarik minat calon mahasiswa. Dan hasilnya luar biasa. Kampus yang biasanya sulit cari mahasiswa,  akhirnya kebanjiran mahasiswa.

Teorinya adalah : "Cara kita berbuat sesuatu kepada orang lain, akan menjadi cara orang lain berbuat sesuatu kepada kita".

Ada cara lain untuk mendapatkan respon yang positif dari input. Yaitu dengan memberikan laporan kepada sekolah asal anak, tentang prestasi yang telah diperoleh oleh anak didiknya yang sekarang berada di sekolah kita. Hal ini juga akan menjadi kesan positif bagi orang tua dan sekolah asal.

Perhatikan juga outcam. Yaitu dampak dari sistem yang dibangun oleh sekolah. Dengan cara membuat kuisioner untuk memberi respon terhadap situasi sekolah. Jangam takut dikritik. Justru kritik sangat kita butuhkan untuk memperbaiki sekolah.

Selasa, 17 Juli 2018

SEBELAS HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT

Oleh: Tim Pengembangan Kurikulum Kemendikbud. (TPKK)

1. Ubah pola berfikir Anda:  pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa itu dapat belajar
2. Jangan hanya pelajari materi pembelajaran tetapi pelajari pula tingkah laku anak didik Anda,   
3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi kepada Siswa
4. Tunjukkan kepada siswa pentingnya belajar dimanapun dan kapanpun juga. (Belajar tidak hanya di sekolah saja)
5. Pastikan Anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) ke semua siswa
6. “Hukum durasi 20-30 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20-30 menit, maka variasikan kegiatan belajar mengajar Anda setiap 20-30 menit)
7. Lakukan dialog bukan monolog,
8. Ajukan pertanyaan yang tepat kepada siswa
9. Tularkan emosi positif dan sikap optimis di depan siswa      
10. Bimbinglah anak belajar dengan cara belajar mereka sendiri. (Bukan anak tidak mau belajar tapi anak belum menemukan cara belajar yang sesuai untuknya)
11. Tampillah menarik di depan siswa. Tidak hanya dalam pakaian saja tetapi dengan menampilkan kepribadian yang menarik agar siswa tertarik dengan pembelajaran yang Anda sajikan.
Semangat dan selamat menghebatkan diri ..

Minggu, 08 April 2018

Kekerasan Verbal Dan Belajar Dari Sikap Perlakuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Terhadap Sahabat Anas bin Malik

Tanpa disadari, orangtua guru pernah melakukan kekerasan terhadap anak. Salah satu bentuk kekerasan tersebut adalah kekerasan verbal atau kekerasan yang dilakukan lewat kata-kata yang menyakitkan.

Kata-kata yang menyakitkan tersebut biasanya bermakna melecehkan kemampuan anak, menganggap anak sebagai sumber kesialan, mengecilkan arti si anak, memberikan julukan negatif kepada anak, dan memberikan kesan bahwa si anak tidak diharapkan akan memiliki dampak jangka panjang terhadap perasaan anak dan dapat memengaruhi citra diri mereka.

Kekerasan verbal terhadap anak akan menumbuhkan sakit hati hingga membuat mereka berpikir seperti yang kerap diucapkan oleh orangtuanya. Jika orangtua guru bilang anak bodoh atau jelek, maka dia akan menganggap dirinya demikian.

Meski dampaknya tidak terjadi secara langsung, namun melalui proses. Karena ucapan-ucapan bernada menghina dan merendahkan itu akan direkam dalam pita memori anak. Semakin lama, maka akan bertambah berat dan membuat anak memiliki citra negatif.

Anak yang sering mengalami kekerasan verbal di kemudian hari akan hilang rasa percaya dirinya. Bahkan hingga memicu kemarahannya dan merencanakan untuk melakukan aksi balas dendam.

Kekerasan verbal pada anak bisa berefek buruk hingga membuat mereka balas dendam pada teman tetangga bahkan pada gurunya, kekerasan verbal pada anak akan berpengaruh terhadap caranya bergaul.

Guna menghindari hal tersebut menimpa buah hati tercinta anak didik kita, kita selaku orangtua atau guru harus mengkontrol diri dengan menjaga ucapan. Adapun hal yang dapat dilakukan ialah menyampaikan ucapan kepada anak secara baik-baik. Selain itu dengan menunjukan sikap dan perilaku yang sesuai dengan harapan tersebut.

Meski demikian, kadang ada saat di mana orangtua atau guru berada dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Maka, jika mengalami kondisi tersebut, baiknya untuk menjaga ucapan. Bahkan, lebih tepat lagi bila diiringi dengan mengalihkan perhatian pada anak.

Sikap Perlakuan Rasulullah Terhadap Sahabat Anas bin Malik
Anas bin Malik mendapatkan perlakuan yang mulia dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak pernah diperoleh oleh seorang anak dari bapaknya. Mengenyam keluhuran perangai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keangungan sifat-sifatnya yang membuat dunia patut untuk iri kepadanya.

Biarkanlah Anas sendiri yang menyampaikan sebagian lembaran cemerlang dari perlakuan mulia yang dia dapatkan di bawah naungan seorang nabi yang pemurah dan berhati mulia, karena Anas lebih tahu tentangnya dan lebih berhak untuk menceritakannya.

Anas bin Malik berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya, paling lapang dadanya dan paling besar kasih sayangnya. Suatu hari beliau mengutusku untuk suatu keperluan, aku berangkat, tetapi aku menuju anak-anak yang sedang bermain di pasar dan bukan melaksanakan tugas Rasul, aku ingin bermain bersama mereka, aku tidak pergi menunaikan perintah yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beberapa saat setelah berada di tengah-tengah anak-anak itu, aku merasa seseorang berdiri di belakangku dan memegang bajuku. Aku menoleh, ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tersenyum, beliau bersabda, “Wahai Unais, apakah kamu telah pergi seperti yang aku perintahkan?” Maka aku pun salah tingkah aku menjawab, “Ya, sekarang aku berangkat wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Demi Allah, aku telah berkhidmat kepada beliau selama sepuluh tahun, beliau tidak pernah berkata untuk sesuatu yang aku lakukan, “Mengapa kamu melakukan ini?” Beliau tidak pernah berkata untuk sesuatu yang aku tinggalkan, “Mengapa kamu tinggalkan ini?”

Bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Anas, terkadang beliau memanggilnya dengan Unais sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang, dan di lain waktu Nabi memanggilnya, Wahai anakku.

Nabi memberikan nasihat-nasihat dan petuah-petuah beliau yang memenuhi hati dan jiwanya.

Di antara nasihat-nasihat itu adalah sabda Nabi kepadanya:

“Wahai anakku, jika kamu mampu mendapatkan pagi dan petang sementara hatimu tidak membawa kebencian kepada seseorang, maka lakukanlah. Wahai anakku, sesungguhnya hal itu termasuk sunahku, barangsiapa menghidupkan sunahku maka dia mencintaiku. Barangsiapa mecintaiku maka berarti dia bersamaku di surga. Wahai anakku, jika kamu masuk kepada keluargamu maka ucapkanlah salam, karena ia merupakan keberkahan bagimu dan keluargamu.”

Anas bin Malik hidup setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat selama delapan puluh tahun lebih, selama itu Anas mengisi dada umat dengan ilmu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang agung dan menumbuhkan akal pikiran mereka dengan fikih kenabian.

Selama itu Anas menghidupkan hati umat dengan petunjuk Nabi yang dia sebarkan diantara para sahabat dan tabiin, dengan sabda-sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berharga dan perbuatan-perbuatan beliau yang mulia yang dia tebarkan di antara manusia. [Sidoarjo, 05 Maret 2018, Saat Menunggu Di Masjid Samsat Sidoarjo, Dari Beberapa Sumber]

Senin, 19 Februari 2018

Ketika Orang Tua Keberatan Anaknya Dihukum di Sekolah


Anak sekolah jaman now beda dengan jaman old saya sekolah, ketika saya dihukum di jemur di tengah lapangan sampai jam pelajaran selesai, bahkan pernah juga  dihukum lari putar lapangan 50 kali di tengah terik matahari, tapi semua itu tidak ada rasa jengkel dan marah pada guru yang menghukum. Bahkan saya merasa malu ketika dihukum, dan saya pun merasa malu melapor pada  orang tua saya ketika saya dihukum. Saya menyadari bahwa saya melanggar,  seperti datang telat, tidak mengerjakan tugas PR, tidak disiplin pakai seragam yang ditetapkan sekolah.

Anak sekolah jaman now ketika dihukum sedikit-sedikit lapor sama orang tuanya. Orang tuanya pun merespon laporan anaknya yang dihukum gurunya. Tak sedikit orang tua yang marah saat anaknya dihukum oleh gurunya di sekolah. Apalagi, jika hukumannya tidak sesuai dengan kebiasaan di keluarga. Misalnya, anak mendapat hukuman fisik.

Ketika itu terjadi, orang tua yang gampang panas biasanya akan buru-buru datang ke sekolah untuk melabrak sang guru atau mengadukannya kepada kepala sekolah.

Jaman old, orang tua mungkin saja membiarkan jika anaknya dihukum oleh guru. Mereka menganggap hal tersebut wajar sebagai konsekuensi dari sikap anak yang tak sesuai dengan peraturan guru atau sekolah.

Tapi, pada era sekarang ini, jamannya sudah berbeda. Banyak orang tua yang merasa keberatan dengan hukuman yang diberikan guru.

Biasanya, hukuman yang diberikan guru berupa hukuman fisik dan verbal. Ketika mendapati anaknya dihukum, baik fisik maupun verbal, orang tua sebaiknya tak terpancing emosi. Ayah dan ibu sebaiknya menjernihkan permasalahannya terlebih dahulu. Lihat dahulu penyebab guru menghukum anak

Tanyakan kepada guru perilaku anak yang membuat guru menghukumnya seperti itu. Cari tahu apakah anak memang berperilaku tidak baik atau melanggar peraturan.

Jika anak melanggar peraturan, orang tua dan guru sebaiknya bekerja sama mencari jalan keluarnya.

Setelah mengetahui penyebab dan masalahnya, orang tua bisa mengungkapkan pendapatnya jika tidak setuju dengan tindakan guru. Berikan alasannya.

Guru pun mesti menjelaskan alasan pemberian hukuman itu kepada anak muridnya. Selanjutnya, buat kesepakatan antara guru dan orang tua.

Ada baiknya orang tua menyampaikan kepada guru, bahwa di rumah berlaku cara tertentu yang efektif untuk menghukum anak. Guru bisa mengadopsi cara yang diterapkan di keluarga muridnya. Sehingga bisa menemukan jalan tengah penyelesaiannya.
[Sidoarjo, 12 Februari 2018,  Di Ruang Kantor]

Senin, 08 Januari 2018

Kiat Awal Semester Baru, Sukses Mengelola Perilaku Siswa Dalam Satu Kelas

Oleh:
Agus Sampurno
(Best a Teacher And Build Best a School)

Mengelola perilaku satu siswa saja sudah sering membuat guru pusing, apakah lagi mengelola perilaku siswa satu kelas. Ini yang sering guru pikirkan, apalagi saat memulai tahun ajaran baru atau semseter baru. Ada pepatah yang mengatakan bahwa sebuah perilaku itu menular. Baik dan buruk, seorang siswa bisa menularkan atau tertular perilaku dari siswa lainnya.

Ada cara untuk guru bisa mengendalikan perilaku satu siswa bahkan satu kelas

1. Bersikap konsisten. Konsisten akan membuat guru tidak disukai oleh siswa yang gemar mencari celah agar perilakunya tak patutnya bisa diterima.

2. Jika ada hal yang membuat suasana kelas tidak kondusif, jangan tunggu waktu lama, segera cari akarnya, lalu selesaikan.

3. Lakukan perkataan dan perbuatan yang persuasive pada siswa. Misalnya dengan katakan ke seluruh kelas, terima kasih kepada …. yang telah bersikap baik hari ini.

4. Selalu gunakan kata menurutmu? Kata tanya tadi akan memberikan siswa pilihan sehingga ia merasa tidak dikekang. Bisa juga dipakai untuk siswa yang besar atau lebih kecil, dengan selalu lah berikan ia pilihan saat ingin mengarahkan perilaku nya, tentunya semuanya adalah pilihan yang direncanakan oleh guru.

5. Kritik siswa saat anda berhadap-hadapan dan tidak ada orang lain, namun pujilah siswa di depan orang lain. Pasti siswa akan senang karena merasa diberikan umpan balik yang positif.

6. Hindari memberikan label. Guru hanya akan membuat jurang pemisah dengan siswa jika siswa sering diberikan label yang negatif. Jika siswa lakukan kesalahan segera lupakan setelah beri ia peringatan.

7. Ajak siswa bergerak, dengan lakukan permainan sesaat saat ditengah proses belajar. Siswa bisa bertingkah negatif jika ia bosan.

8. Lakukan variasi dalam mendiamkan seluruh siswa. Bisa dengan cara menghitung mundur, tepuk tangan dan lain sebagainya.

9. Beri siswa kejutan mengenai sebuah fakta atau tebak tebakan yang bisa guru berikan jawaban diakhir pembelajaran (tentunya sesuai dengan hal yang sedang diajarkan) dijamin anak akan senang mengikuti pembelajaran anda.

10. Jadi guru dilarang punya pola yang itu itu saja. Jika anda heran mengapa siswa sulit diatur, saatnya mawas diri sebagai guru seberapa variatif kah cara saya mengajar. Variasi pembelajaran perlu perencanaan namun guru akan mengambil hasilnya ketika siswa menjadi patuh dan enak diajak bermitra dalam pembelajaran.

Kesepuluh hal diatas tidaklah sulit dan akan membuat anda senang menjadi seorang pendidik. Jika masih ada siswa yang kurang atau negatif dalam bersikap. Segera jalankan taktik nomor 3, dengan mencari apa akar permasalahnnya, saatnya lakukan penelusuran terhadap diri anak tersebut

Jumat, 24 November 2017

WASIAT BERHARGA UNTUK GURU

Ditulis oleh : Joe-L Zadani pada hari Rabu, Agustus 10, 2016

Beberapa wasiat berharga untuk para guru :
1. Hendaknya tidak mengambil cuti sakit ketika engkau tidak sakit sehingga tidak menggabungkan dua maksiat : kebohongan dan makan harta haram. Sesungguhnya pemotongan gaji dilandasi taqwa dan takut kepada Allah itu lebih baik dan lebih kekal.
2. Terimalah murid-muridmu dengan segala kesalahan mereka karena mereka bukan malaikat, bukan pula syaitan. Tidak ada alasan untuk lari dari meluruskan kesalahan-kesalahan itu karena Anda adalah murabbi (pendidik) dan ini yang diharapkan dari Anda.
3. Tunjukkan rasa hormat Anda kepada murid yang ada di hadapan Anda dengan cara menerangkan keutamaan mereka sebagai penuntut ilmu. Hal ini akan mendekatkan jarak Anda dalam menuju hati mereka.
4. Ingatlah bahwa banyak di antara orang-orang besar menjadi besar lantaran satu kata dari seorang guru yang melejitkan mereka dan memantik cita mereka hingga menggapai puncak. Jadilah Anda pencetak orang-orang besar itu.
5. Perbagus cara interaksi anda dengan para murid. Tinggalkan kesan yg baik pada diri mereka. Berapa banyak guru yang mendapat doa dari murid setelah bertahun-tahun terlewati, atau setelah berada di liang kubur.
6. Semua mata pelajaran dapat dikaitkan dengan ajaran-ajaran Islam. Tinggal bagaimana Anda mencari media yang tepat.
7. Setiap menit keterlambatan Anda dalam memulai pelajaran atau keluar sebelum waktu selesai, setiap menit yang berlalu dalam kopi dan cemilan (sebab keterlambatan-pent.) adalah hak murid, ia akan mengambilnya pada hari penghitungan amal.
8. Berapa banyak guru yang menjadi sebab lurusnya arah berpikir kaum muda sehingga ia mendapatkan doa-doa tulus dan kebaikan yang mengalir. Ya Allah, tambahkan dan berkahi setiap guru yang kuat, bertanggung jawab, dan senantiasa berbuat baik.
9. Di depan anda ada generasi. Bangkitkan jiwa mereka, ajarkan cinta kepada ilmu, dan bangunkan semangat. Barangkali satu kata dari Anda dapat membakar spirit dalam hatinya dan menjadi kebaikan untuk ummat.
10. Rasa takut murid Anda terhadap Anda bukanlah pertanda keberhasilan dan keterampilan Anda dalam menegakkan kedisiplinan. Itu hanya pertanda bahwa Anda gagal dalam memerankan pendidikan. Pendidikan itu membawa ketegasan dan kasih sayang bukan dengan menakut-nakuti.
11. Syekh Utsaimin rh membedakan antara pulpen inventaris kantor dan pulpen pribadi karena takut makan barang haram. Lantas bagaimana dengan orang yang menghalalkan sesuatu yang lebih berharga daripada tinta? Yaitu waktu!
12. Ingatlah bahwa anda mempunyai anak yang diajar oleh guru-guru seperti anda. Maka berbuat baiklah kepada anak orang niscaya Allah akan menyiapkan bagi anak anda guru-guru yang akan berbuat baik kepada mereka. Balasan sesuai dengan amal perbuatan.
13. Ikhlaskan niat utk Allah. Karena sesungguhnya anda sedang melakukan tugas para Nabi. Dan jika anda mengharap pahala dalam pekerjaan anda, maka setiap jam pada siang hari anda dalam timbangan kebaikan anda.
----
Disampaikan oleh Ust Sudarisman Ahmad (Direktur Ma'had KAFILA, 2011).
Sumber : http://blog.sekolahsuper.com/2016/08/wasiat-berharga-untuk-guru.html#sscDhz4zPhJBao6

Rabu, 22 November 2017

Mengajar Murid Kekinian? Ini Teknik Mengajarnya

Mengajar Murid Kekinian? Ini Teknik Mengajarnya

Menjadi guru merupakan pekerjaan yang menuntut pembaharuan di setiap harinya. Pembaharuan tersebut tak hanya berdasarkan instrument dalam pengajaran, namun dituntut untuk cerdas pula mengkomparasikan instrument pengajaran dengan wawasan yang dimilikinya. Bagi mereka yang memang memiliki passion dalam dunia mengajar, tentu akan cerdik untuk selalu mencari teknik terbaik yang bisa di aplikasikan kepada para muridnya yang berbeda di setiap harinya.

Bagi anda para guru dimanapun anda berada, berikut 5 Teknik Mengajar Guru Masa Kini dapat di terapkan kepada para murid dalam teknik pembelajaran di kelas.

Honesty
Pengajar wajib menanamkan sikap berani untuk menyatakan ketidaktahuan pada para siswannya. Dengan menanamkan sikap berani dalam menyatakan ketidaktahuan, maka para siswa secara tidak langsung diajarkan untuk berani mengakui kesalahan yang telah di perbuatnya. Tugas guru adalah memberikan semangat siswanya yang berani berkata tidak tau daripada harus mempermalukan siswanya di depan kelas ketika ia tidak bisa. Namun perlu diingat, pemberian apresiasi tersebut haruslah di lakukan dengan cara yang tepat, tidak seolah-olah menyetujui semua siswa yang sedikit-sedikit tidak tahu, karena hal tersebut juga berdampak pada matinya kreativitas siswa untuk mengmbil resiko setiap apa yang dilakukan.

Commenting On Student Question
Jangan membiarkan siswa menjawab tanpa diberikan apresiasi yang baik, walaupun siswa tersebut menjawab pertanyaan yang diajukan tersebut salah. Karena mereka yang telah berani menjawab pertanyaan, berarti memiliki value lebih dibandingkan rekan-rekannya yang lain yang tidak berani menjawab. Apresiasi tersebut tak melulu berbentuk barang, ataupun sanjungan, namun dengan memberikan komentar bijak dan baik pun menjadi salah satu apresiasi yang sangat berguna bagi siswa itu sendiri, ataupun siswa yang lainnya.

Question & Answer Method
Dikala suasana kelas lagi bête, ngebosenin tentu membuat tensi darah pengajar beku, hingga bingung tak menentu. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk mencairkan suasana namun tetap apik adalah mengajukan pertanyaan. Pertanyaan dapat dilakukan dengan cara yang tak biasa, sehingga menarik perhatian siswa. Cara bertanya seperti dengan mengungkapkan fenomena terupdate yang dikomparasikan dengan pembelajaran adalah metode ampuh yang dapat diterapkan. Teknik bertanya ini berguna untuk menarik perhatian siswa dan membuatnya bergairah untuk menerima informasi selanjutnya. Jangan biasakan tetap menerabas membaca buku teks, padahal siswa di belakang sudah tergeletak kepalanya di atas meja, karena mendengarkan khotbah ilmu monoton yang anda peragakan.

Focus & Point Basis
Terkadang metode pembelajaran yang menerapkan slide dalam menjelaskan materi, tujuan awalnya adalah untuk membantu siswa untuk memahami apa yang di khotbahkan. Namun yang terjadi saat ini, media power point yang di berikan guru justru malah menjadi buku teks di dinding. Banyak dari guru yang mencampurkan banyak sekali tulisan, yang sebenarnya bisa di baca sendiri oleh para siswanya. Yang lebih anehnya, sebagian guru mejelaskan materi juga membaca buku. Lantas buat apa power point tersebut? Menggunakan power point cobalah fokus terhadap intin dari point yang ada, dengan mengkomparasikan beberapa video singkat atau musik, karena hal tersebut sangat bermanfaat untuk membangkitkan gairah siswa yang tengah bosan mendengarkan materi dari pagi hingga sore.

Self Reflection
Mempersilahkan siswa menjawab pertanyaan yang dilontarkan siswa tersebut untuk membantunya mengasah pola pikir. Selain membantu mengasah pola pikir siswa, metode ini juga berguna untuk mendidik siswa untuk ikut serta memberikan solusi dari sebuah masalah yang ia ajukan. Fungsi guru adalah sebagai penuntun dan pembimbing jika jawaban dari apa yang ia ajukan sendiri tidak tepat.

Menjadi guru merupakan pekerjaan yang menuntut pembaharuan di setiap harinya. Pembaharuan tersebut tak hanya berdasarkan instrument dalam pengajaran, namun dituntut untuk cerdas pula mengkomparasikan instrument pengajaran dengan wawasan yang dimilikinya. Bagi mereka yang memang memiliki passion dalam dunia mengajar, tentu akan cerdik untuk selalu mencari teknik terbaik yang bisa di aplikasikan kepada para muridnya yang berbeda di setiap harinya.

sumber : http://www.psikoma.com/mengenal-teknik-mengajar-guru-masa-kini/

BAGAIMANA CARA MENATA SEKOLAH AGAR MENJADI LEBIH BAIK ?

Oleh: Muhammad Sholihin [Mantan Kepsek SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya] Ketika  ditanya sama kawan saya, Bagaimana cara menata sekolah a...