Kamis, 26 Juli 2018

BAGAIMANA CARA MENATA SEKOLAH AGAR MENJADI LEBIH BAIK ?

Oleh: Muhammad Sholihin
[Mantan Kepsek SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya]

Ketika  ditanya sama kawan saya, Bagaimana cara menata sekolah agar menjadi lebih baik ? Maka jawabannya, saya sampaikan kepada kawan saya ini. Maaf. Jawaban saya berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami. Mungkin situasinya sudah berubah. Mungkin juga tidak bisa diterapakan di semua tempat.

Pertama; Kepala sekolah harus mrnjadi motor perubahan. Perubahan di sekolah hanya bisa dilakukan oleh kepala sekolah. Jika kepala sekolah kreatif, aktif,  banyak ide dan gagasan. Maka sekolah itu akan cepat mengalami kemajuan. Begitu juga sebaliknya. Sebab, budaya masyarakat kita masih paternalistik. Ketergantungan terhadap atasan sangat tinggi. Jika atasan bergerak, maka bawahan akan diam.

Jika kepala sekolah tidak punya ide dan gagasan untuk melalukan perubahan. Maka perubahan tidak akan terjadi. Oleh karena itu kepala sekolah harus memiliki kelebihan tenaga, pikiran, waktu dan ide-ide segar. Dan mampu belerja selama 25 jam per hari. Sehingga menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang yang dipimpinannya.

Kebanyakan bawahan lebih senang mempunyai pimpinan yang mampu membuat konsep dan mampu menerapkannya dan sangat dekat dengan bawahannya.

Kedua; Tingkatkan kualitas SDM. Sekolah harus menyadari bahwa SDM merupakan aset yang sangat penting dan tidak bisa terbarukan. Jika mereka tidak kita berdayakan dengan baik, maka kemajuan sulit untuk diwujudkan.

SDM biasanya lebih senang jika dilibatkan untuk memikirkan kemajuan sekolah. Apalagi mereka diberi kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam sekolah. Misalnya merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan memgevaluasi.

Oleh karena itu, untuk mengukur komitmen seseorang kepada organisasi, maka berilah orang itu tanggung jawab. Jika mereka bisa amanah, maka orang itu betul-betul memiliki komitmen yang tinggi.

Sebenarnya, orang bekerja itu tidak cukup diberi gaji yang tinggi. Tapi mereka juga butuh pengakuan dan eksistensi dari orang-orang yang ada di sekelilingnya, apalagi dari atasannya. Oleh karena itu, pimpinan harus mampu mendistribusikan kekuatannya dengan baik. Kekuasaan itu jangan hanya menumpuk pada pimpinan. Distribusikan kepada yang lainnya (distribution of leadership).

Ketiga; Tata manajemen sekolah. Banyak sekolah yang kurang menguasai masalah manajemen. Secara umum, manajemen itu menyangkut perencanaan, penataan, pelaksanaan dan pengevaluasian.

Sering kegiatan sekolah tidak memenuhi kriteria tersebut. Sehingga kegiatan itu berjalan sebagai rutinitas dan tiidak sesuai dengan target yang diinginkan. Padahal rutinitas itu dapat menghilangkan kreativitas. Kemudian menghilangkan produktivitas. Pada gilirannya akan mempertaruhkan kualitas sekolah.

Keempat; Tata kurikulum sekolah. Kurikulum itu ibarat beras. Mau kita jadikan menu apapun bisa. Tergantung tukang masaknya. Semakin pandai memasak, maka beras itu akan mrnjadi banyak menu favorit. Sehingga mendatangkan selera. Begitu juga kurikulum. Semakin kreatif sekolah, maka semakin banyak peminatnya.

Kelima; Tata Kegiatan Kesiswaannya. Ingat, siswa merupakan produk dari sekolah. Dalam mengelola siswa, tolong diperhatikan input, output dan outcam.

Kebanyakan sekolah hanya memperhatikan output-nya saja. Utamanya hal-hal yang bersifat akademik. Padahal, ada hal terpenting yang harus dipikirkan, yaitu hal-hal yang bersifat attitut atau akhlakul karimah. Saya tidak alergi terhadap hal-hal yang bersifat akademik. Tetapi jangan sampai sekolah itu lalai terhadap masalah akhlak yang saat ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita sebagai nutrisi  pokok bagi pertumbuhan anak-anak kita di tengah-tengah krisis akhlak seperti saat sekarang.

Memperhatikan input juga penting. Yaitu dengan melakukan seleksi saat masuk sekolah. Manfaat dari seleksi sangat banyak, selain meningkatkan kepercayaan terhadap sekolah, juga dapat digunakan sebagai alat untuk membuat komitmen kepada siswa dan orang tua.

Banyak yang berargumentasi,  cari murid saja sulit, kok malah diadakan seleksi. Pengalaman saya tidak demikian.  Justru dengan seleksi orang semakin yakin bahwa sekolah ini serius dan bersungguh-sungguh dalam mengelola pendidikan.

Manfaat lain adanya selesai adalah, dapat memancing masyarakat semakin penasaran terhadap sekolah kita. Apalagi adanya waktu seleksi, pengumuman, inden, pengarahan, bahkan, bila perlu ada yang tidak lulus supaya yang diterima semakin yakin dan yang tidak lulus semakin penasaran.

Pengalaman saya, pernah membuat spanduk ucapan telah ditutup pendaftaran masuk di sekolah. Justru wali murid semakin penasaran dan bersemangat untuk melakukan inden untuk anaknya yang masih TK.

Cara ini juga pernah saya lakukan untuk perguruan tinggi. Membuat jadwal pendaftaran, jadwal seleksi, materi seleksi yang fariatif. Justru menarik minat calon mahasiswa. Dan hasilnya luar biasa. Kampus yang biasanya sulit cari mahasiswa,  akhirnya kebanjiran mahasiswa.

Teorinya adalah : "Cara kita berbuat sesuatu kepada orang lain, akan menjadi cara orang lain berbuat sesuatu kepada kita".

Ada cara lain untuk mendapatkan respon yang positif dari input. Yaitu dengan memberikan laporan kepada sekolah asal anak, tentang prestasi yang telah diperoleh oleh anak didiknya yang sekarang berada di sekolah kita. Hal ini juga akan menjadi kesan positif bagi orang tua dan sekolah asal.

Perhatikan juga outcam. Yaitu dampak dari sistem yang dibangun oleh sekolah. Dengan cara membuat kuisioner untuk memberi respon terhadap situasi sekolah. Jangam takut dikritik. Justru kritik sangat kita butuhkan untuk memperbaiki sekolah.

Selasa, 17 Juli 2018

SEBELAS HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT

Oleh: Tim Pengembangan Kurikulum Kemendikbud. (TPKK)

1. Ubah pola berfikir Anda:  pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa itu dapat belajar
2. Jangan hanya pelajari materi pembelajaran tetapi pelajari pula tingkah laku anak didik Anda,   
3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi kepada Siswa
4. Tunjukkan kepada siswa pentingnya belajar dimanapun dan kapanpun juga. (Belajar tidak hanya di sekolah saja)
5. Pastikan Anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) ke semua siswa
6. “Hukum durasi 20-30 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20-30 menit, maka variasikan kegiatan belajar mengajar Anda setiap 20-30 menit)
7. Lakukan dialog bukan monolog,
8. Ajukan pertanyaan yang tepat kepada siswa
9. Tularkan emosi positif dan sikap optimis di depan siswa      
10. Bimbinglah anak belajar dengan cara belajar mereka sendiri. (Bukan anak tidak mau belajar tapi anak belum menemukan cara belajar yang sesuai untuknya)
11. Tampillah menarik di depan siswa. Tidak hanya dalam pakaian saja tetapi dengan menampilkan kepribadian yang menarik agar siswa tertarik dengan pembelajaran yang Anda sajikan.
Semangat dan selamat menghebatkan diri ..

BAGAIMANA CARA MENATA SEKOLAH AGAR MENJADI LEBIH BAIK ?

Oleh: Muhammad Sholihin [Mantan Kepsek SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya] Ketika  ditanya sama kawan saya, Bagaimana cara menata sekolah a...